Generasi Muda Terancam, Aliansi Fortal Nusantara Satukan Kekuatan Lawan Obat Terlarang

halobekasiid

February 3, 2026

2
Min Read

On This Post

Bekasi – Ancaman peredaran obat terlarang yang semakin masif dan menyasar generasi muda dinilai telah berada pada level yang mengkhawatirkan. Kondisi ini mendorong Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang (FORTAL) Nusantara untuk menyatukan kekuatan lintas elemen melalui pembentukan Aliansi Fortal Nusantara sebagai langkah kolektif melawan bahaya obat terlarang.

Aliansi Fortal Nusantara melibatkan berbagai unsur organisasi dan komunitas masyarakat, di antaranya Angel Vision, Gada Sakti Nusantara (Ganas), FRN Counter Polri, GANISA, GPMI Karang Taruna, insan pers, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya yang memiliki komitmen terhadap penyelamatan generasi muda.

Ketua Umum FORTAL Nusantara, Kang Edo, menegaskan bahwa pembentukan aliansi ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap dampak destruktif obat terlarang yang tidak hanya merusak individu, tetapi juga mengancam masa depan bangsa.

“Ketika generasi muda dibiarkan terjerumus obat terlarang, yang hancur bukan hanya fisik, tetapi akal sehat, moral, dan daya juang. Ini ancaman serius bagi keberlangsungan bangsa,” ujar Kang Edo, Selasa (3/2/2026).

Ia menilai, peredaran obat terlarang saat ini telah berkembang menjadi persoalan sosial yang kompleks dan tidak dapat ditangani oleh aparat penegak hukum semata. Diperlukan keterlibatan aktif masyarakat sipil, organisasi sosial, media, serta lingkungan keluarga untuk memutus mata rantai peredaran dan penyalahgunaannya.

Menurut Kang Edo, Aliansi Fortal Nusantara dibangun sebagai ruang konsolidasi dan kolaborasi, dengan fokus pada edukasi publik, penguatan ketahanan sosial, penyadaran hukum, serta pendekatan persuasif dan humanis yang berkelanjutan.

“Negara memiliki aparat, tetapi bangsa ini hanya akan selamat jika masyarakatnya peduli. Diam berarti memberi ruang bagi kehancuran generasi,” tegasnya.

Ia juga menekankan peran strategis media sebagai mitra dalam membangun kesadaran publik, menyampaikan informasi yang edukatif, serta melawan disinformasi terkait obat terlarang yang kerap menyesatkan masyarakat.

Melalui Aliansi Fortal Nusantara, Kang Edo mengajak seluruh elemen bangsa untuk memandang persoalan obat terlarang sebagai kondisi darurat yang memerlukan aksi bersama, bukan sekadar isu sektoral.

Terbentuknya Aliansi Fortal Nusantara diharapkan menjadi kekuatan moral dan sosial dalam menjaga generasi muda dari ancaman obat terlarang, sekaligus menjadi simbol kebangkitan kepedulian masyarakat demi masa depan Indonesia yang lebih aman dan berdaya saing.

Related Post