Bogor – Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Ibu Meriyati Roeslani Hoegeng Imam Santoso, istri mendiang Jenderal (Purn) Hoegeng Imam Santoso. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat pada Rabu (4/2/2026) di Bogor, dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran pimpinan Polri.
Kapolri hadir untuk memberikan penghormatan terakhir sebagai bentuk empati dan penghargaan kepada almarhumah yang dikenal setia mendampingi perjalanan pengabdian Jenderal Hoegeng, sosok teladan dalam sejarah Kepolisian Republik Indonesia.
Ibu Meriyati, yang akrab disapa Eyang Meri, wafat pada Selasa (3/2/2026) pukul 13.25 WIB di RS Bhayangkara Polri Kramat Jati setelah menjalani perawatan intensif. Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi keluarga besar Polri.
Dalam prosesi pemakaman tersebut, Kapolri didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri dan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono. Sejumlah pejabat tinggi Polri turut hadir, antara lain Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Irwasum Polri Komjen Pol. Wahyu Widada, serta Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Yuda Gustawan.
Hadir pula para pejabat lintas kementerian dan lembaga, di antaranya Sekjen DPD RI Komjen Pol. Mohammad Iqbal, Sekjen Kemendagri Komjen Pol. Tomsi Tohir, Sekjen Kemenkumham Komjen Pol. Nico Afinta, Sekretaris BNPP RI Komjen Pol. Makhruzi Rahman, serta Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho. Prosesi juga dihadiri Pejabat Utama Mabes Polri dan Keluarga Besar Purnawirawan Polri.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, mewakili keluarga besar Polda Metro Jaya, turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia mendoakan agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan seluruh amal ibadahnya diterima.
Prosesi pemakaman berlangsung dengan penuh penghormatan, menjadi simbol penghargaan institusi Polri atas jasa, keteladanan, dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan keluarga Jenderal Hoegeng kepada generasi penerus kepolisian.








