Rehabilitasi Berkelanjutan Jadi Fokus Utama Rakernis Bidang Rehabilitasi BNN Tahun 2026

halobekasiid

February 6, 2026

2
Min Read

On This Post

Jakarta Timur – Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Deputi Bidang Rehabilitasi menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Rehabilitasi Tahun 2026 di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur. Kegiatan ini mengusung tema “Akselerasi Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Mendukung Pemulihan Korban Penyalahgunaan Narkotika” sebagai upaya memperkuat koordinasi dan keselarasan kebijakan layanan rehabilitasi di seluruh Indonesia.

Rakernis tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat konsolidasi program, menyamakan arah kebijakan, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan layanan rehabilitasi narkotika yang berkelanjutan, terintegrasi, dan berorientasi pada pemulihan klien.

Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dalam sambutannya menegaskan bahwa rehabilitasi merupakan aspek fundamental dalam strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya yang menitikberatkan pada pendekatan kemanusiaan dan pemulihan korban.

Menurutnya, keberhasilan program rehabilitasi tidak hanya diukur dari proses penghentian penggunaan narkotika, tetapi juga dari kemampuan layanan dalam menjamin keberlanjutan pemulihan dan reintegrasi sosial klien. “Misi kita adalah meningkatkan keterpulihan bagi penyalahguna narkotika. Layanan rehabilitasi harus terintegrasi, inklusif, dan berbasis komunitas sebagai investasi strategis menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI, dr. Bina Ampera Bukit, dalam pemaparan kebijakan menyampaikan komitmen BNN untuk terus memperkuat layanan rehabilitasi narkotika yang komprehensif dan berkelanjutan. Hal tersebut dilakukan melalui perluasan akses layanan, peningkatan mutu rehabilitasi medis dan sosial, serta penguatan program rehabilitasi berbasis komunitas.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari transformasi layanan rehabilitasi agar lebih adaptif, efektif, dan menjangkau masyarakat secara luas. Menurutnya, rehabilitasi berkelanjutan harus dipahami sebagai satu rangkaian layanan terpadu, mulai dari tahap rehabilitasi hingga bina lanjut.

“Rehabilitasi berkelanjutan bukan sekadar tahapan terpisah, melainkan satu kesatuan layanan terintegrasi yang bertujuan meningkatkan keberhasilan program dan keterpulihan klien secara jangka panjang,” tegasnya.

Melalui Rakernis Bidang Rehabilitasi Tahun 2026 ini, BNN berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam menghadirkan layanan rehabilitasi narkotika yang berkualitas, berkeadilan, serta berorientasi pada masa depan bangsa.

Related Post