Bekasi – Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Bekasi menggelar talkshow edukatif bertajuk “Di Balik Anggunnya Kebaya: Melindungi Perempuan dan Anak dari Bahaya Grooming” di Main Atrium Pakuwon Mall Bekasi, bertepatan dengan momentum Hari Kasih Sayang dan rangkaian acara Bekasi Berkebaya 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal PUSPAGA menghadirkan isu child grooming dan women grooming ke ruang publik yang inklusif dan mudah diakses masyarakat.
Wakil Ketua II PUSPAGA Kota Bekasi, Dr. Siti Nurhidayah, S.Psi., M.Si., Psikolog, menjelaskan bahwa grooming merupakan bentuk manipulasi psikologis yang kerap tidak disadari korban maupun keluarga.
“Grooming adalah proses membangun kepercayaan dan kedekatan emosional untuk tujuan eksploitasi. Dampaknya tidak langsung terlihat, tetapi sangat destruktif terhadap kesehatan mental perempuan dan anak,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, Dr. Zahara Tussoleha Rony, S.Pd., M.M., menguraikan sejumlah modus yang kerap digunakan pelaku, seperti love bombing dan gaslighting. Menurutnya, pelaku sering menampilkan diri sebagai sosok suportif hingga korban merasa bergantung secara emosional.
“Ketika korban mulai menyadari kejanggalan, pelaku memutarbalikkan fakta sehingga korban meragukan persepsinya sendiri,” jelasnya.
Talkshow ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor, di antaranya praktisi hukum dari LBH IBLAM, perwakilan Polres Metro Bekasi Kota, akademisi UBHARA JAYA, serta psikolog UPTD PPA Kota Bekasi.
Ananda Meci Hadyanti, S.H., M.Han., dari LBH IBLAM menyoroti aspek relasi kuasa yang kerap menjadi akar terjadinya grooming. Ia mencontohkan relasi antara pendidik dan peserta didik maupun figur otoritas dengan korban.
“Relasi kuasa membuat korban sulit menyadari dan melawan. Grooming bukan hanya terjadi pada anak, tetapi juga orang dewasa,” ungkapnya.
Dari sisi penegakan hukum, IPTU Rencana Sih Muryati, S.H., KBO Satres PPA, menjelaskan mekanisme pelaporan kasus yang dapat dilakukan melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
“Setiap laporan akan ditangani Satres PPA. Jika korban mengalami trauma psikologis berat, kami berkoordinasi dengan UPTD PPA untuk pendampingan lanjutan,” jelasnya.
Diskusi dipandu oleh moderator Resa Rusayani, S.H., yang mengarahkan pembahasan secara interaktif sehingga isu kompleks dapat dipahami pengunjung dari berbagai latar belakang.
Melalui kegiatan ini, PUSPAGA Kota Bekasi mendorong peningkatan literasi masyarakat terhadap tanda-tanda grooming serta memperkuat kesadaran hukum dan perlindungan psikologis.
PUSPAGA menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama, dan edukasi di ruang publik menjadi salah satu strategi untuk memutus rantai kekerasan berbasis manipulasi psikologis yang kerap tak terlihat.
(Nuriman)








