Bekasi – Shaum Ramadhan membawa kita pada kemuliaan akhlak dan pribadi yang memiliki empati terhadap sesama.
Ramadhan merupakan bulan suci yang sarat dengan dimensi ibadah ritual sekaligus pembinaan spiritual yang mendalam.
Sejatinya momentum Ramadhan ini bukan hanya menghadirkan kewajiban namun menyadarkan kita bahwa shaum dan tarawih, merupakan kebutuhan dalam mewujudkan komunikasi dengan sang kholik, shalat secara bahasa yang bermakna hubungan maka siapa yang shalat maka Ia terhubung dengan Allah dan Rasulnya.
Ritual Ibadah dalam Ramadhan harus dimaknai sebagai jalan bagi ruh dalam meniti kesadaran manusia sebagai hamba dan ciptaan.
Ramadhan adalah bulan yang sangat padat dengan kegiatan ritual ibadah, ada perintah shaum dan tarawih disana, namun yang menarik adalah; melalui shaum (bahasa arab) yang artinya menahan, apa yang ditahan yaitu makan dan minum yang biasanya kita minum dan makan bebas setiap jam atau waktu maka ketika Ramadhan ini kita semua harus mengatur kapan makan dan kapan minum.
Menurut Rukmana, S.Pd,I., C.PLA, dalam shaum Ramadhan telah dijelaskan dalam Al – qur’an dimulai dari terbit matahari hingga terbenam matahari (Al – baqarah 187)”, katanya.
“Esensi dari menjalankan shaum adalah melatih kepekaan terhadap orang – orang di Sekitar kita, dengan shaum kita terkoneksi secara spiritual dengan Sang pencipta shaum bukan sekedar menahan haus dan lapar”, tutur Rukmana Rabu 18/02/2026.
Lanjut Rukmana, beragama itu membangun kesadaran bukan sekedar menjalankan ritual ibadah namun sepi akan realisasi dari apa yang kita ritualkan, manusia sebagai mahluk harus mampu merepresentasi nilai – nilai Ilahiah di Alam semesta, itulah yang disebut ibadah secara hakikat.
Makna Ibadah adalah pengabdian dengan sebenar – benarnya pengabdian yang riil bukan teoritis, bukan pula ritual namun aksi nyata di masyarakat seperti membantu sesama, fakir miskin dan berbuat hal bermanfaat bagi masyarakat luas terlebih untuk bangsa dan negara.
Pemaknaan tersebut menegaskan bahwa shaum Ramadhan tidak berhenti pada dimensi seremonial, melainkan menjadi sarana transformasi spiritual dan sosial yang menumbuhkan kepedulian, kesadaran ketuhanan, serta tanggung jawab kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.








