Menjelang Armuzna, Pemerintah Ingatkan Jemaah Haji Hindari Kelelahan Fisik

halobekasiid

May 14, 2026

3
Min Read

On This Post

Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk mulai membatasi aktivitas fisik menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah tersebut dinilai penting guna menjaga kondisi tubuh agar tetap prima saat menjalani rangkaian ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, mengatakan jemaah sebaiknya menghindari aktivitas yang tidak mendesak, terutama di tengah tingginya suhu udara di Arab Saudi.

“Menjelang Armuzna, jemaah perlu mulai menghemat energi dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas fisik berlebihan agar kondisi tubuh tetap optimal saat memasuki fase puncak ibadah haji,” ujar Maria di Jakarta, Kamis (14/5).

Hingga hari ke-24 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, pemerintah mencatat sebanyak 395 kelompok terbang (kloter) dengan total 152.724 jemaah dan 1.577 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 353 kloter yang terdiri atas 136.422 jemaah dan 1.412 petugas telah tiba di Makkah setelah menjalani proses pergerakan bertahap dari Madinah. Sementara pada gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, tercatat 120 kloter dengan 45.914 jemaah serta 481 petugas sudah tiba di Tanah Suci.

Selain jemaah reguler, sebanyak 10.535 jemaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal yang ditetapkan.

Maria menjelaskan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan berbagai persiapan layanan menjelang puncak haji melalui Satuan Operasi Armuzna. Persiapan tersebut mencakup kesiapan akomodasi, konsumsi, hingga sistem transportasi bagi jemaah.

Menurut dia, kesiapan tenda di Arafah saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Selain itu, evaluasi dan peninjauan layanan bus Masyair terus dilakukan guna memastikan kelancaran mobilitas jemaah selama fase Armuzna berlangsung.

PPIH Arab Saudi juga menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi kepadatan pergerakan jemaah, khususnya pada jalur Arafah menuju Muzdalifah serta Muzdalifah menuju Mina.

Pemerintah mengingatkan jemaah agar memperbanyak waktu istirahat, menjaga pola makan, dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh guna mencegah dehidrasi maupun kelelahan akibat cuaca panas ekstrem.

“Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik. Karena itu, kondisi kesehatan harus dijaga sejak dini agar jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” kata Maria.

Kementerian Haji dan Umrah juga meminta jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan penyakit penyerta agar rutin berkoordinasi dengan petugas kesehatan maupun ketua rombongan apabila mengalami keluhan kesehatan.

Sementara itu, petugas kesehatan haji Indonesia terus melakukan pemantauan aktif, edukasi kesehatan, serta pendampingan terhadap jemaah di hotel, sektor, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), hingga fasilitas kesehatan rujukan di Arab Saudi.

Selain menjaga kebugaran tubuh, jemaah diimbau menggunakan alat pelindung sederhana seperti payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar hotel untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas.

Related Post