DPD AsMEN Kota Bekasi Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Tekankan Pentingnya Persatuan dan Keteladanan Pemimpin

halobekasiid

June 1, 2026

4
Min Read

On This Post

BEKASI – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asistensi Media Nasional (AsMEN) Kota Bekasi, Maman Nuriman, CPLA., CPI, bersama jajaran pengurus dan anggota menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (1/6/2026) pagi.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat Kota Bekasi.

Sejak pagi hari, cuaca yang sejuk dan cerah turut mendukung jalannya kegiatan. Kondisi tersebut memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta upacara sehingga rangkaian acara dapat berlangsung tertib dan penuh semangat kebangsaan.

Dalam kesempatan tersebut, Plh Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menyampaikan amanat mengenai pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pesan yang disampaikan dinilai sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini, di tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun perkembangan teknologi informasi yang terus bergerak cepat.

Ketua DPD AsMEN Kota Bekasi, Maman Nuriman, atau yang akrab disapa Nuriman, memberikan apresiasi terhadap substansi pidato yang disampaikan oleh Plh Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe. Menurutnya, nilai-nilai yang disampaikan harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat dan penyelenggara pemerintahan untuk terus menjaga semangat persatuan serta memperkuat komitmen terhadap ideologi Pancasila.

“Pesan yang disampaikan Plh Wali Kota Bekasi sangat baik dan sarat makna. Pancasila harus terus menjadi landasan dalam setiap kebijakan maupun tindakan kita sebagai warga negara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya merupakan pedoman hidup yang mampu menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang majemuk,” ujar Nuriman usai upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila.

Namun demikian, Nuriman juga menyayangkan ketidakhadiran sejumlah pejabat penting dalam momen yang menurutnya memiliki nilai historis dan ideologis yang sangat besar bagi bangsa Indonesia.

“Upacara Hari Lahir Pancasila merupakan momentum yang sangat penting. Karena itu, kami menyayangkan masih adanya beberapa pejabat penting yang tidak hadir, termasuk Sekretaris Daerah dan sejumlah pimpinan BUMD. Padahal mereka merupakan figur yang menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air, nasionalisme, serta penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Menurut Nuriman, kehadiran para pemimpin daerah dalam peringatan nasional bukan hanya sekadar memenuhi agenda seremonial, tetapi juga menunjukkan komitmen moral terhadap bangsa dan negara.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Nuriman itu menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, melainkan menjadi momentum refleksi untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Nuriman menambahkan bahwa sila pertama mengajarkan pentingnya ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta penghormatan terhadap keberagaman keyakinan yang ada di Indonesia. Sila kedua mengingatkan masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, saling menghormati, dan memperlakukan sesama secara adil dan beradab.

Sementara itu, sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia, menurutnya menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di tengah berbagai perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan politik, seluruh masyarakat harus tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa Indonesia. Jangan sampai perbedaan dijadikan alasan untuk saling memecah belah. Justru keberagaman adalah kekayaan yang harus dijaga bersama demi kemajuan bangsa,” tegasnya.

Pada sila keempat, Nuriman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan musyawarah dan demokrasi yang berlandaskan kebijaksanaan. Sedangkan sila kelima mengandung makna penting mengenai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang harus diwujudkan melalui pemerataan pembangunan, pelayanan publik yang berkualitas, serta kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, apabila seluruh nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila benar-benar diterapkan secara konsisten, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang semakin kuat, harmonis, dan berdaya saing.

DPD AsMEN Kota Bekasi, lanjut Nuriman, berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui edukasi publik, pemberitaan yang konstruktif, serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang mendorong terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa.

“Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman moral dalam kehidupan sehari-hari. Tugas kita bersama adalah menjaga, mengamalkan, dan mewariskan nilai-nilai luhur tersebut kepada generasi muda agar semangat kebangsaan tetap terjaga dari waktu ke waktu,” pungkasnya.

Upacara Hari Lahir Pancasila di Kota Bekasi tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat nasionalisme, mempererat persatuan dan kesatuan, serta meneguhkan komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila.

Related Post