Bekasi – Himpunan Pengusaha Nusantara (HIPNUSA) menggelar Rapat Pimpinan Nasional I (Rapimnas I) yang dihadiri Ketua Umum HIPNUSA Muhammad Aditya Prabowo, S.H., pengusaha peternakan sapi dan kambing Asep Husnul Muttaqien, S.Pd.I., serta pengusaha kuliner Mardianto. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (21/12/2025).
Dalam sambutannya, Ketua Umum HIPNUSA Muhammad Aditya Prabowo, S.H. menegaskan bahwa HIPNUSA hadir sebagai wadah strategis untuk memfasilitasi para pengusaha, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Menurutnya, dunia usaha—terutama di sektor properti—menuntut mental yang kuat dan penguasaan aspek legalitas. “Dalam bisnis properti dibutuhkan mental dan skill yang cukup.
Pengusaha properti harus memiliki mental yang kuat serta legalitas yang jelas. Jika dua modal ini dimiliki, maka akan menjadi pengusaha properti yang andal,” ujarnya.
Aditya juga menyoroti masih banyaknya pengembang yang gagal akibat lemahnya mental dan ketidakpatuhan terhadap regulasi. Salah satunya adalah pelanggaran terhadap aturan subsidi pemerintah yang seharusnya ditaati secara ketat.
Lebih lanjut, ia menilai pembentukan dan penguatan UMKM menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan pasar properti. “Dengan UMKM yang berjalan baik, daya beli masyarakat akan meningkat, sehingga mampu menjadi pasar potensial bagi properti yang dipasarkan,” tambahnya.
Sambutan kedua disampaikan oleh Asep Husnul Muttaqien, S.Pd.I., alumni Pondok Pesantren Al-Zaytun angkatan ke-2, yang dikenal dengan motonya “kalah penampilan, tetapi tidak kalah penghasilan”. Ia menyampaikan bahwa usaha peternakan merupakan sektor yang sangat menjanjikan dan memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan dengan pelaku UMKM lainnya, seperti pengusaha bakso serta penjualan hewan kurban.
Asep menjelaskan konsep Handeleum yang dikembangkannya, yakni pemotongan hewan kurban dan aqiqah dengan kapasitas mencapai 200 ekor per pekan.
Selain peternakan, ia juga mengembangkan usaha di bidang pertanian dengan menanam pepaya dan durian musang king yang dalam waktu dekat siap memasuki masa panen.
Tak hanya itu, Asep Husnul Muttaqien juga membuka program pembelajaran peternakan dengan masa pelatihan selama 100 hari hingga peserta memperoleh sertifikasi. “Bisnis peternakan adalah bisnis dengan penghasilan yang sangat seksi. Jika dijalani dengan rasa syukur, insyaallah usaha akan selalu membawa keberkahan,” tuturnya.
Sambutan ketiga disampaikan oleh pengusaha kuliner Mardianto. Ia berbagi pengalaman perjalanan usahanya yang dimulai sejak tahun 2004, kemudian mengalami kebangkrutan pada 2007.
Setelah itu, ia kembali bekerja sebagai karyawan dan belajar dari para senior hingga akhirnya mampu bangkit kembali.
“Alhamdulillah, saat ini usaha kuliner saya mulai berkembang kembali dan telah membuka usaha di wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi,” pungkas Mardianto.
Rapimnas I HIPNUSA ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antar-pengusaha lintas sektor dalam mendorong kebangkitan ekonomi nasional berbasis kolaborasi dan kemandirian UMKM. (MMN)








