Manuver Berani KRI BJM-592 Selamatkan 12 ABK KM Putra Kuantan

halobekasiid

January 21, 2026

2
Min Read

On This Post

Timika – KRI Banjarmasin-592 (KRI BJM-592), unsur Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), menunjukkan respon cepat dan profesional dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan laut yang menimpa kapal ikan KM Putra Kuantan di perairan sekitar Timika, Papua, Senin malam (19/1).

Kejadian tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.50 WIB. KRI BJM-592 menerima panggilan darurat kapal melalui Radio Channel 16 dari KM Jaya Sejahtera 66 yang menginformasikan bahwa KM Putra Kuantan mengalami terbalik pada posisi 04°58.048′ Lintang Selatan dan 136°37.194′ Bujur Timur.

Menindaklanjuti laporan tersebut, KRI BJM-592 segera mengangkat jangkar pada pukul 20.15 WIB. Informasi kejadian juga langsung disampaikan kepada Port Control Freeport dan Pangkalan TNI AL (Lanal) Timika, bersamaan dengan pelaksanaan operasi SAR menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, KRI BJM-592 menemukan kondisi KM Putra Kuantan dalam keadaan terbalik. Sebanyak 12 anak buah kapal (ABK) terlihat bertahan di atas lambung kapal dalam situasi darurat, sebagian besar tanpa dilengkapi alat keselamatan.

Proses keluarnya sempat mengalami kendala akibat cuaca buruk yang ditandai dengan gelombang tinggi dan angin kencang. Meski demikian, KRI BJM-592 tetap melakukan manuver pendekatan secara hati-hati serta memberikan penerangan menggunakan lampu sorot untuk menjaga keselamatan para ABK.

Dengan mempertimbangkan kondisi bangkai kapal yang terus tenggelam, Komandan KRI BJM-592 Kolonel Laut (P) Yohanes BCH, SE, M.Sos., mengambil keputusan taktis dengan menempelkan lambung kanan kapal ke bangkai KM Putra Kuantan. Evakuasi kemudian dilakukan melalui pintu pandu dan tangga di lambung kanan KRI.

Keputusan tersebut menghasilkan hasil. Seluruh 12 ABK KM Putra Kuantan berhasil dievakuasi dengan selamat ke atas KRI BJM-592.

Setelah itu, KRI BJM-592 melanjutkan operasi pencarian terhadap satu ABK yang dilaporkan hilang berdasarkan keterangan nahkoda kapal. Namun, upaya pencarian dihentikan sementara dan menjalankan kapal peran jangkar akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan operasi secara optimal.

TNI AL melalui Kolinlamil menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir dan sigap dalam memberikan bantuan kemanusiaan serta menjaga keselamatan pelayaran di wilayah perairan Indonesia.

Related Post