Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada Selasa (21/4/2026), Ketua Umum Women Lawyer Club (WLC), Zulfah Adriani, S.H., M.H., menyampaikan pesan reflektif dan inspiratif terkait peran strategis perempuan, khususnya di bidang hukum.
Menurut Zulfah, semangat perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini tidak hanya relevan dalam konteks kesetaraan gender, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mendorong hadirnya sistem hukum yang lebih inklusif, adil, dan berperspektif gender.
“Selamat Hari Kartini, 21 April 2026. Perempuan masa kini harus mampu melampaui sekadar simbol inspirasi. Kita dituntut untuk hadir nyata melalui integritas, etos kerja, serta kontribusi konkret dalam setiap lini, termasuk dalam penegakan hukum,” ujar Zulfah dalam keterangannya, (21/4) sore.
Ia menegaskan bahwa dunia hukum membutuhkan lebih banyak figur perempuan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian moral dalam memperjuangkan keadilan.
Dalam praktiknya, perempuan memiliki sensitivitas sosial yang tinggi, yang menjadi nilai tambah dalam menangani berbagai perkara, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan kelompok rentan.

Zulfah juga menyoroti bahwa kepemimpinan perempuan di sektor hukum saat ini menunjukkan perkembangan signifikan. Hal ini menjadi indikator bahwa cita-cita emansipasi yang diperjuangkan Kartini telah bertransformasi menjadi kekuatan nyata dalam struktur sosial dan kelembagaan.
“Kepemimpinan perempuan hari ini adalah bukti bahwa emansipasi telah berbuah. Namun, tantangan ke depan masih besar. Kita harus memastikan bahwa sistem hukum tidak hanya setara secara normatif, tetapi juga adil secara substantif,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh perempuan, khususnya para praktisi hukum seperti advokat, jaksa, hakim, akademisi, dan mahasiswa hukum, untuk terus meningkatkan kapasitas diri serta menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Jadilah perempuan yang tidak hanya menginspirasi lewat kata, tetapi juga melalui karya nyata. Di dunia hukum, setiap keputusan, argumentasi, dan tindakan kita harus mencerminkan keberanian, kecerdasan, dan komitmen terhadap keadilan,” tegasnya.
Momentum Hari Kartini, lanjut Zulfah, harus dimaknai sebagai pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Perempuan masih memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan akses terhadap keadilan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai organisasi yang mewadahi para perempuan di bidang hukum, Women Lawyer Club (WLC) berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, advokasi hukum yang berkeadilan, serta penguatan peran perempuan dalam sistem hukum nasional.
“Kartini masa kini adalah mereka yang berani, cerdas, dan berkeadilan.”








