Jakarta – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta semakin semarak dengan digelarnya Gebyar Harmoni Budaya Jakarta, sebuah pertunjukan seni yang mempertemukan dua warisan budaya Nusantara, yakni Wayang Kulit Betawi dan Wayang Kulit Jawa, dalam satu panggung kolaborasi.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026) malam di kawasan Blok M Hub MRT, Jakarta Selatan, terbuka untuk masyarakat tanpa dipungut biaya. Acara ini menjadi salah satu agenda budaya yang bertujuan memperkuat identitas Jakarta sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman.
Puncak pertunjukan menampilkan lakon klasik “Gatotkaca Lahir” yang dibawakan secara kolaboratif oleh dua dalang ternama, Ki Sukarlana yang mewakili tradisi Wayang Kulit Betawi dan Ki Gunarto dari tradisi Wayang Kulit Jawa. Perpaduan keduanya menghadirkan sajian seni yang memadukan bahasa, musik, serta karakter khas dari tradisi masing-masing.
Selain pagelaran wayang, masyarakat juga disuguhkan berbagai pertunjukan seni nusantara, mulai dari tari tradisional, musik daerah, hingga atraksi budaya dari berbagai wilayah di Indonesia. Penampilan Ragam tersebut semakin menguatkan semangat persatuan dalam bingkai keberagaman budaya.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, sejumlah lembaga sosial, serta mitra perbankan nasional. Agar dapat dinikmati masyarakat lebih luas, hiburan juga disiarkan secara langsung melalui Indosiar dan sejumlah media televisi maupun platform digital.
Ketua panitia menyampaikan bahwa penyelenggaraan Gebyar Harmoni Budaya Jakarta merupakan wujud komitmen untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus memperkuat nilai kebersamaan.
“Jakarta adalah rumah bagi seluruh budaya. Melalui kolaborasi ini kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang mampu melahirkan karya seni yang indah dan membangun persatuan,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah pengunjung yang memadati lokasi acara. Banyak warga mengapresiasi konsep pertunjukan yang mengemas seni tradisional dengan pendekatan yang lebih modern sehingga menarik minat berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
Melalui Gebyar Harmoni Budaya Jakarta, peringatan HUT ke-499 Jakarta tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum memperkuat pelestarian budaya sekaligus meneguhkan Jakarta sebagai kota yang tumbuh bersama keberagaman dan kearifan lokal.
Penulis: Armadi Alek









