Jakarta – Majelis Pemuda Perdamaian (MPP) melakukan audiensi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Daerah Khusus Jakarta (DKJ) pada Rabu (14/1/2026). Audiensi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah guna menjaga serta menginternalisasi nilai-nilai Pancasila.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kesbangpol DKJ Jakarta tersebut diterima langsung oleh jajaran pejabat bidang ideologi, wawasan kebangsaan, bela negara, pembauran kebangsaan, dan kerukunan umat beragama. Fokus utama pembahasan adalah urgensi penelitian Indeks Pancasila sebagai instrumen untuk memetakan tingkat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.
Audiensi ini menampilkan Ketua Umum MPP Moch. Imamuddinussalam bersama Wakil Ketua Umum Achmad Fanani Rosyidi, Sekretaris Jenderal Fahmi Andreyanto, Bendahara Umum Rif’at Naufal Hilmi, serta jajaran pengurus lainnya. Dari pihak Kesbangpol DKJ Jakarta hadir Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa (Idewasbang) Herlina Suswita, Kepala Sub Kelompok Bela Negara Enylita Loysa Br Tobing, Ketua Sub Kelompok Pembauran Kebangsaan Nadia Candrawita, Analis Bela Negara Shinta Rishanty, serta Kepala Sub Kelompok Kerukunan Umat Beragama Asril Wijaya.
Ketua Umum MPP Moch. Imamuddinussalam menegaskan bahwa Jakarta sebagai barometer nasional memiliki tantangan sosial yang kompleks sehingga memerlukan pendekatan penguatan ideologi Pancasila yang terukur dan berbasis data.
“Penelitian Indeks Pancasila penting untuk mengetahui sejauh mana nilai-nilai Pancasila dipahami dan diamalkan masyarakat. MPP siap berkolaborasi sebagai mitra strategis, khususnya dengan melibatkan jaringan pemuda lintas komunitas,” ujar Imamuddinussalam.
Menyanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Idewasbang Kesbangpol DKJ Jakarta Herlina Suswita menyambut baik inisiatif MPP dan menegaskan keterbukaan Kesbangpol terhadap kerja sama dengan organisasi kepemudaan yang memiliki komitmen dalam memperkuat wawasan kebangsaan, bela negara, pembauran kebangsaan, serta kerukunan umat beragama.
“Indeks Pancasila menjadi instrumen penting dalam merumuskan kebijakan dan program pembinaan ideologi di daerah. Kolaborasi dengan pemuda akan memperkuat efektivitas pelaksanaannya,” ungkap Herlina.
Audiensi ini juga membahas peluang kerja sama lanjutan, antara lain melalui kegiatan diskusi kebangsaan, penelitian bersama, edukasi Pancasila, serta program penguatan toleransi dan kerukunan sosial di wilayah Jakarta.
Melalui audiensi tersebut, Majelis Pemuda Perdamaian menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah sebagai mitra strategis dalam memperkuat ideologi Pancasila, menjaga persatuan nasional, serta mendorong peran aktif pemuda sebagai agen perdamaian dan perekat kebangsaan.








