Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberangkatkan 325 armada bus dalam program Mudik Gratis 2026 (Mutis) menuju berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Pelepasan ribuan pemudik dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (16/3/2026).
Program mudik gratis tersebut merupakan bentuk fasilitasi pemerintah bagi para perantau asal Jawa Tengah agar dapat pulang ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Selain membantu masyarakat, program ini juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas serta menekan potensi kecelakaan dan kriminalitas selama arus mudik Lebaran.
Kegiatan pelepasan dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan TNI–Polri, para bupati dan wakil bupati dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Wali Kota Jakarta Timur, Direktur Utama Jasa Marga, jajaran Dinas Perhubungan, serta Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah KRAT Drs. H. Leles Sudarmanto, MBA, CRP bersama tokoh masyarakat Jawa Tengah dan unsur Forkopimda.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Korlantas Polda Metro Jaya mengingatkan para sopir dan pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik.
Ia menyampaikan bahwa kepolisian telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan melalui Operasi Ketupat Candi 2026 dengan menempatkan personel di berbagai titik jalur mudik.
“Polri bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai layanan di rest area mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Kami mengimbau para pemudik untuk tetap menjaga keselamatan, ketertiban, dan keamanan selama perjalanan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya keselamatan selama perjalanan serta mengajak para pemudik untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia mengimbau masyarakat agar memanfaatkan momentum mudik untuk menggerakkan perekonomian di kampung halaman.
“Silakan mudik dengan bahagia, tetapi tetap utamakan keselamatan. Kami juga berharap masyarakat dapat menggerakkan ekonomi daerah dengan berbelanja di kampung halaman,” kata Ahmad Luthfi.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar para pemudik tidak membawa kerabat atau teman kembali ke Jakarta jika belum memiliki pekerjaan yang jelas. Menurutnya, pemerintah daerah di Jawa Tengah bersama para bupati telah menyiapkan berbagai peluang lapangan kerja di daerah.
Program mudik gratis ini tidak hanya dilaksanakan di Jakarta. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menggelar pelepasan mudik gratis di Bandung yang diberangkatkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin.
Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah KRAT Drs. H. Leles Sudarmanto, MBA, CRP menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program tersebut.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Mudik Gratis 2026 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemprov DKI Jakarta, TNI, Polri, Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Jasa Marga, sponsor, hingga panitia pelaksana.
“Alhamdulillah pelaksanaan Mutis 2026 berjalan lancar. Jumlah armada bus tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa terbantu untuk pulang kampung merayakan Idul Fitri,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia Mudik Gratis Paguyuban Jawa Tengah Dr. H. Noor Rahmat. Ia menyebut pelaksanaan program tahun ini lebih tertata dengan sistem koordinasi panitia yang semakin baik.
Menurutnya, peningkatan armada serta perbaikan sistem koordinasi mampu menekan potensi kesalahan teknis sekaligus mengakomodasi meningkatnya minat masyarakat terhadap program mudik gratis setiap tahun.
Program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi para perantau asal Jawa Tengah untuk pulang ke kampung halaman dengan aman sekaligus mempererat kebersamaan keluarga dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026.








