Kabupaten Bekasi – Kondisi memprihatinkan dialami seorang janda bernama Cicih, warga RT 03 RW 11, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Bersama anak-anaknya yang masih kecil serta seorang cucu balita, ia harus bertahan hidup di sebuah rumah yang kondisinya dinilai sudah tidak layak huni dan membutuhkan penanganan segera.
Rumah peninggalan almarhum orang tua itu telah ditempati selama bertahun-tahun. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi bangunan semakin memprihatinkan. Atap rumah mengalami kebocoran saat hujan, sementara struktur bangunan tidak mampu bertahan jika diterpa angin kencang.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan penghuni rumah, terutama anak-anak dan cucu balita yang tinggal bersama Ibu Cicih.
Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Cicih bekerja sebagai buruh cuci pakaian dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga. Keterbatasan ekonomi membuatnya tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki atau merenovasi rumah yang kini kondisinya semakin memprihatinkan.
Cicih berharap pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Bekasi dan instansi terkait, dapat meninjau langsung kondisi rumahnya serta memberikan bantuan agar keluarganya dapat tinggal di perumahan yang lebih layak dan aman.
Selain itu, ia juga berharap adanya kepedulian dari para dermawan maupun pihak-pihak yang memiliki kemampuan untuk membantu meringankan beban keluarganya melalui bantuan rekonstruksi rumah.
Sementara itu, Ketua FRN Bekasi Raya yang akrab disapa Kancil Cikarang menyampaikan atas kondisi yang dialami Ibu Cicih. Menurutnya, rumah tersebut sudah sangat memerlukan perhatian serius karena membahayakan keselamatan penghuninya.
“Ketika hujan turun, udara masuk ke dalam rumah akibat atap yang bocor. Kondisi ini tentu membahayakan penghuni, apalagi terdapat anak-anak dan balita yang tinggal di sana. Kami berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan untuk melakukan peninjauan dan memberikan solusi,” ujarnya.
Ia juga berharap mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diharapkan dapat meninjau langsung kondisi rumah tersebut agar penanganan dapat segera dilakukan.
Harapan besar kini diberikan kepada pemerintah, para pemangku kepentingan, serta masyarakat yang memiliki kepedulian sosial agar dapat bersama-sama membantu terwujudnya perumahan yang layak bagi Ibu Cicih dan keluarganya.









