Satgas PRR: Pengungsi Pascabencana Sumatera Turun Drastis, Ekonomi Mulai Bangkit

halobekasiid

February 4, 2026

2
Min Read

On This Post

Jakarta – Proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera terus mengalami kemajuan signifikan. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) melaporkan penurunan drastis jumlah pengungsi, mulai pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat, serta membaiknya konektivitas dan layanan dasar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Hingga 3 Februari 2026, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 102.480 jiwa. Angka tersebut menurun tajam dibandingkan kondisi awal pascabencana pada 2 Desember 2025 yang mencapai 2.178.269 jiwa. Penurunan ini menunjukkan sebagian besar warga terdampak telah kembali ke rumah, menempati hunian sementara, atau tinggal di lokasi yang dinilai aman dan layak huni.

Pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat juga mulai terlihat. Satgas PRR mencatat sebanyak 553 pasar rakyat di tiga provinsi terdampak telah kembali beroperasi. Dari jumlah tersebut, 465 pasar berada di Aceh, 57 pasar di Sumatera Utara, dan 31 pasar di Sumatera Barat. Beroperasinya kembali pasar rakyat turut didukung oleh pemulihan akses transportasi dan distribusi logistik ke wilayah terdampak.

Dalam bidang perumahan, penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) secara agregat telah melampaui 90 persen. Rinciannya, Sumatera Barat mencapai 97,06 persen, Aceh 91,90 persen, dan Sumatera Utara 86,12 persen. Dana tersebut disalurkan langsung ke rekening penerima guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama proses pembangunan hunian tetap berlangsung.

Pemulihan konektivitas darat juga terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Seluruh jalan dan jembatan nasional dilaporkan telah kembali fungsional. Selain itu, TNI Angkatan Darat melalui Kodam Iskandar Muda dan Kodam I/Bukit Barisan telah menyelesaikan pembangunan serta perbaikan sejumlah jembatan darurat, khususnya di Aceh. Sementara itu, Polri melaporkan perbaikan akses darat di Sumatera Barat telah rampung, dan proses lanjutan masih berjalan di Aceh serta Sumatera Utara.

Pada aspek layanan dasar, Satgas PRR memastikan kebutuhan air bersih dan sanitasi masyarakat tetap terpenuhi. Hingga saat ini, telah dibangun 666 sumur bor serta 168 unit MCK di wilayah terdampak.

Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran, menegaskan bahwa pemulihan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik infrastruktur.

“Pemulihan diarahkan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal. Dengan menurunnya jumlah pengungsi dan mulai bangkitnya aktivitas ekonomi, rehabilitasi dan rekonstruksi telah memasuki fase yang lebih stabil,” ujar Amran di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Satgas PRR mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas umum yang telah diperbaiki serta mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi lanjutan, termasuk pembangunan hunian tetap yang dilaksanakan secara bertahap.

Related Post