MIANGAS — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan konektivitas digital hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja ke Pulau Miangas, Sabtu (9/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Pemerintah memastikan penguatan jaringan telekomunikasi sekaligus penyediaan perangkat digital kepada masyarakat setempat.
“Kami akan memperkuat jaringan agar handphone bisa beroperasi di sini. Ibu Menteri Komdigi akan memberikan Starlink dan handphone untuk semua kepala keluarga,” kata Presiden Prabowo di hadapan warga Miangas.
Program tersebut menjadi bagian dari percepatan transformasi digital nasional yang difokuskan pada wilayah 3T. Pemerintah menilai akses internet memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan, pelayanan publik, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pemerataan konektivitas harus dirasakan seluruh masyarakat Indonesia tanpa kecuali.
“Hari ini kita bersama-sama mewujudkan koneksi tanpa batas dari Sabang sampai Merauke, dari Rote sampai Miangas,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Komunikasi dan Digital menyediakan modem internet berbasis satelit Starlink dan telepon seluler kepada warga. Selain itu, penguatan sinyal BTS dilakukan melalui kolaborasi antara BAKTI Kominfo dan Telkomsel guna meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut.
Pemerintah menegaskan pemerataan akses digital bukan hanya soal teknologi, melainkan upaya membuka kesempatan yang setara bagi masyarakat di seluruh pelosok negeri.
“Anak-anak di Miangas harus memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak di kota besar. Pelaku usaha kecil juga perlu mendapatkan akses pasar yang lebih luas melalui konektivitas digital,” kata Meutya.
Pemerintah menargetkan seluruh desa yang belum terhubung internet dapat memperoleh layanan digital secara bertahap hingga akhir tahun 2026. Kunjungan Presiden ke Miangas dinilai menjadi simbol kehadiran negara dalam memastikan pembangunan merata sampai batas terluar Indonesia.








