Wartawan Dilempari Batu, Preman Berkeliaran: Jika Dibiarkan, Siapa Mau Berinvestasi di Bekasi?

halobekasiid

June 28, 2026

4
Min Read
×

🎁 Tunggu Sebentar!

Sebelum meninggalkan halaman ini, lihat rekomendasi produk pilihan yang sedang banyak dicari.

Lihat Sekarang

On This Post

Aparat Kepolisian Bekasi Kota Tutup Mata Terhadap Premanisme Investasi Terhambat

BekasI – Ketua Umum Forum Penulis dan Wartawan Indonesia (Forum PWI) Rukmana, S.Pd, I., CPLA mengutuk keras terkait premanisme di Pondok Ungu Kaliabang, Samping PT. Logos, Medan Satria Bekasi, menurutnya, jika aparat kepolisian menutup mata terhadap premanisme maka investasi akan terhambat, Premanisme sangat menghambat kemajuan suatu wilayah.

Menurut Rukmana, Selasa 23/06/2026 Kami menjadi target keberingasan preman saat kami menunggu seorang kawan di Pinggir kali Pondok Ungu Kaliabang, Medan Satria, Bekasi tiba – tiba preman yang sehari – hari melakukan pungli berkedok “Pak Ogah” membantingkan kursi tepat di samping kami di Warung Kopi.

Setelah banting kursi Ia (preman) kembali ke perempatan sambil terus marah – marah tanpa alasan dan mengambil batu sekepal tangan orang dewasa dan melempar kearah kami (Rukmana dan Nuriman) Wartawan Media Warta Nasional dan Berita Polri Investigasi, mendapat perlakuan seperti itu kami (Rukmana dan Nuriman) dan spontan berdiri memindahakan motor dan saat itulah preman kembali ke batu kearah kami, beruntung, batu tersebut tidak mengenai target dan melaju dengan cepat pipi Rukmana dan “prak” batu sebesar kepalan tangan orang dewasa itu menabrak motor bagian speedo motor milik Rukmana.

“Motor saya pecah terkena lemparan batu preman berkedok “Pak Ogah” di Perempatan Pondok Ungu Kaliabang, Medan Satria Bekasi, Kami berharap, kejadian yang menimpa kami di Jl. Kaliabang Tengah ini disikapi serius oleh Kepolisian setempat, jangan dianggap spele karena menjaga keamanan masyarakat”, ujar Rukmana.

Pernyataan Ketua Umum Forum Penulis dan Wartawan Indonesia (FPWI), Rukmana, S.Pd, I., CPLA., terkait maraknya aksi premanisme di Kota Bekasi. Patut menjadi perhatian serius seluruh elemen bangsa. Dugaan adanya intimidasi, pungutan pembohong, hingga ancaman terhadap jurnalis bukan hanya masalah hukum semata, melainkan alarm bagi keamanan sosial dan iklim investasi daerah.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nusantara (HIPNUSA), Muhammad Aditya Prabowo angkat bicara soal ini, “Saya memandang bahwa premanisme merupakan salah satu hambatan nyata bagi pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkeadilan. Dunia usaha membutuhkan kepastian hukum, rasa aman, dan lingkungan yang kondusif untuk berkembang. Tanpa ketiga hal tersebut, upaya menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi tantangan yang semakin berat”, katanya Minggu 28/06/2026 melalaui whatssapnya.

Masih menurut Aditya, sapaan akrab Ketum HIPNUSA, Kota Bekasi merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang memiliki posisi strategis sebagai kawasan industri, perdagangan, jasa, dan perumahan. Ribuan pelaku usaha menggantungkan aktivitas ekonominya di kota ini. Oleh karena itu, segala bentuk tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan harus menjadi perhatian bersama.

Premanisme tidak hanya merugikan korban secara langsung, tetapi juga menimbulkan efek psikologis yang luas. Ketika masyarakat takut bersuara, wartawan takut menjalankan tugas jurnalistiknya, dan pelaku usaha merasa terancam dalam menjalankan kegiatan ekonomi, maka sesungguhnya yang sedang dipertaruhkan adalah masa depan pembangunan daerah itu sendiri.

Oleh karena itu, HIPNUSA mendorong agar aparat penegak hukum tidak main – main dalam memberantas segala bentuk premanisme, pungutan pembohong, intimidasi, maupun tindakan yang bertentangan dengan hukum. Negara harus hadir dan menunjukkan bahwa tidak ada kelompok manapun yang berada di atas hukum”, tegas Aditya.

Namun demikian, pemberantasan premanisme tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan penegakan hukum. Diperlukan langkah-langkah yang lebih komprehensif dan berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, kewirausahaan pendidikan, peningkatan keterampilan kerja, serta pembukaan akses usaha yang lebih luas bagi masyarakat.

Lanjut Aditya, HIPNUSA siap membantu pemerintah dan berkomitmen menjadi bagian dari solusi dalam mengurangi potensi munculnya praktik premanisme melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi. Kami percaya bahwa masyarakat yang memiliki pekerjaan, keterampilan, dan kesempatan usaha akan lebih mudah membangun kehidupan yang produktif dibandingkan terjebak dalam aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Sebagai organisasi yang menghimpun para pengusaha dari berbagai sektor, HIPNUSA akan terus mendorong terciptanya ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan bangsa. Kami juga siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, akademisi, dan media untuk membangun kesadaran kolektif bahwa keamanan adalah modal utama pembangunan

Kami mengajak generasi muda, pelaku UMKM, profesional, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat yang memiliki semangat membangun bangsa melalui jalur kewirausahaan untuk bergabung bersama HIPNUSA. Organisasi ini hadir bukan hanya sebagai wadah para pengusaha, tetapi juga sebagai rumah besar bagi mereka yang ingin berkontribusi menciptakan lapangan kerja, memperkuat kerakyatan perekonomian, dan membangun Indonesia yang lebih maju.

Melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat gotong royong, kami dapat menghadirkan solusi nyata bagi berbagai permasalahan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Saatnya membangun masa depan yang lebih produktif dengan menjadikan kewirausahaan sebagai jalan perubahan.

Bekasi memiliki potensi besar untuk menjadi kota yang aman, maju, dan berdaya saing tinggi. Potensi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila keamanan, keamanan, dan kepastian hukum berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Mari kita bersama-sama menolak premanisme, mendukung penegakan hukum, memperkuat kewirausahaan, dan membangun Indonesia yang lebih sejahtera, ajak Aditya.

Related Post