Ngobrolin Properti di Hotel Amaris, Nuriman Ungkap Ketertarikannya Mendalami Dunia Developer

BEKASI – Jurnalis sekaligus pimpinan redaksi dan pendiri perusahaan media online, Maman Nuriman atau yang akrab disapa Nuriman, menghadiri kegiatan “Ngopi Bareng, Ngobrolin Properti” yang digelar HIPNUSA di Hotel Amaris, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Punya Tanah, Tidak Punya Modal: Apa yang Harus Dilakukan?”.
Kehadiran Nuriman dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan baginya untuk kembali memperluas wawasan di luar aktivitasnya sebagai insan pers. Ia mengaku memiliki pengalaman bersinggungan dengan dunia properti, meski selama ini belum secara khusus mendalami sektor pengembangan properti dan dunia developer.
“Saya senang bisa mengikuti acara ini. Dulu saya pernah ikut bergelut dalam dunia properti. Sedikit banyak saya bisa dan paham, tetapi tidak mendalami sampai ke dunia developer,” ujar Nuriman.
Sebagai jurnalis yang selama ini aktif di dunia media dan menjalankan aktivitas sebagai pimpinan redaksi media online, Nuriman menilai pengetahuan lintas sektor menjadi hal penting.
Menurutnya, pemahaman terhadap berbagai bidang, termasuk properti, dapat memperluas perspektif dalam melihat perkembangan ekonomi dan peluang usaha di tengah masyarakat.
Diskusi mengenai properti tersebut juga menarik perhatian Nuriman karena mengangkat persoalan yang cukup dekat dengan kondisi sebagian masyarakat, yakni memiliki tanah tetapi belum mempunyai modal yang memadai untuk mengembangkannya.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan pemahaman yang lebih komprehensif, bukan hanya mengenai modal, tetapi juga mengenai perencanaan, pola kerja sama, potensi lahan, aspek legalitas, hingga strategi pengembangan properti.
Nuriman mengatakan, keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut bukan sekadar menghadiri forum diskusi, tetapi juga menjadi bagian dari proses untuk kembali mempelajari dunia properti yang sebelumnya pernah ia geluti.Ia mengaku masih memiliki keinginan untuk memperdalam pengetahuan mengenai pengembangan properti, khususnya terkait dunia developer.
“Harapannya semoga saya bisa lebih mendalami dunia properti, khususnya dunia developer. Saya bersyukur bisa hadir dan mengikuti kegiatan ini,” katanya.
Bagi Nuriman, diskusi semacam ini memberikan ruang untuk mendapatkan perspektif baru dari para pelaku dan pihak yang memiliki pengalaman di bidang properti.Tema “Punya Tanah, Tidak Punya Modal: Apa yang Harus Dilakukan?” juga dinilai relevan karena persoalan permodalan menjadi salah satu tantangan yang kerap dihadapi pemilik lahan ketika ingin meningkatkan nilai dan produktivitas aset yang dimilikinya.
Dalam pengembangan properti, kepemilikan tanah merupakan salah satu unsur penting, namun pengelolaannya tetap membutuhkan perencanaan yang matang.
Sejumlah aspek seperti status dan legalitas lahan, tata ruang, lokasi, kebutuhan pasar, pembiayaan, hingga model kerja sama perlu diperhitungkan sebelum sebuah proyek dikembangkan.Melalui forum “Ngopi Bareng, Ngobrolin Properti”, peserta mendapatkan kesempatan untuk bertukar pengalaman dan membahas berbagai kemungkinan yang dapat dilakukan ketika memiliki aset tanah tetapi terbatas dalam hal permodalan.
Bagi Nuriman, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menambah pengetahuan dan membuka kembali ketertarikannya terhadap dunia properti.Ia berharap ke depan dapat lebih mendalami sektor tersebut, terutama mengenai proses dan strategi pengembangan properti dari sisi developer.
Dengan latar belakang sebagai jurnalis, pimpinan redaksi media online, Nuriman selama ini lebih banyak berkecimpung dalam dunia jurnalistik. Namun, ia melihat pentingnya terus memperluas wawasan melalui berbagai bidang, termasuk properti, sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan pengetahuan.
“Saya bersyukur bisa hadir. Banyak hal yang bisa dipelajari dari diskusi seperti ini,” ujar Nuriman.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana diskusi dan berbagi pengalaman mengenai dunia properti, khususnya terkait langkah yang dapat dipertimbangkan oleh pemilik tanah yang belum memiliki modal untuk mengembangkan asetnya.




