BEKASI – Pertandingan final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB dini hari diprediksi akan berlangsung sengit. Meski kedua tim memiliki kualitas yang seimbang, Wakil Ketua Umum Berita Polri Investigasi, Nuriman, CPLA., CPI, menilai Spanyol memiliki keunggulan dari sisi taktik permainan, konsistensi, serta mental bertanding.
Penilaian tersebut disampaikan Nuriman menjelang kegiatan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 bersama para jurnalis dan rekan-rekan Paralegal yang akan digelar di Mapolres Metro Bekasi Kota.
Menurut Nuriman, perjalanan Spanyol menuju partai final menunjukkan perkembangan permainan yang sangat stabil. Tim berjuluk La Furia Roja dinilai mampu mempertahankan identitas permainan modern yang mengutamakan penguasaan bola, disiplin posisi, serta efektivitas dalam memanfaatkan peluang.
“Kalau saya melihat perjalanan kedua tim selama turnamen, Spanyol tampil sangat konsisten. Mereka tidak hanya kuat dalam menyerang, tetapi juga memiliki organisasi pertahanan yang disiplin. Para pemain mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik sehingga permainan mereka terlihat lebih terstruktur dibandingkan lawan-lawannya,” ujar Nuriman, Sabtu (18/7/2026).
Ia menambahkan, kekuatan Spanyol tidak hanya bertumpu pada kualitas individu pemain, melainkan pada kerja sama tim yang solid di setiap lini.
“Spanyol memiliki keseimbangan antara lini belakang, lini tengah, dan lini depan. Mereka mampu menguasai tempo pertandingan, sabar saat membangun serangan, namun tetap agresif ketika mendapatkan ruang. Inilah yang saya sebut sebagai keunggulan taktik sekaligus mental juara,” katanya.
Meski menjagokan Spanyol, Nuriman tetap memberikan apresiasi terhadap Argentina yang berhasil melaju hingga babak final berkat semangat juang dan karakter bermain yang kuat.
“Argentina adalah tim yang tidak pernah mudah menyerah. Mereka memiliki pengalaman tampil di pertandingan besar dan selalu mampu memberikan tekanan kepada lawannya. Karena itu saya yakin pertandingan final nanti akan berlangsung menarik, penuh strategi, dan ditentukan oleh tim yang mampu memanfaatkan setiap peluang sekecil apa pun,” ungkapnya.
Nuriman menilai laga final bukan hanya soal kualitas pemain, tetapi juga kesiapan mental menghadapi tekanan di pertandingan penentu gelar juara dunia.
“Final selalu berbeda dengan pertandingan lainnya. Tekanan mental sangat tinggi. Tim yang mampu menjaga fokus selama 90 menit, bahkan jika harus berlanjut ke babak tambahan, biasanya akan keluar sebagai pemenang. Saya melihat Spanyol memiliki kematangan dalam aspek tersebut,” jelasnya.
Meski memiliki prediksi tersendiri, Nuriman menegaskan bahwa sepak bola selalu menyajikan kejutan yang sulit diprediksi.
“Saya tetap menghormati Argentina sebagai tim besar. Prediksi hanyalah bagian dari dinamika sepak bola. Siapa pun yang nantinya menjadi juara tentu merupakan hasil dari kerja keras sepanjang turnamen. Harapan saya, final berlangsung sportif, berkualitas, dan menjadi hiburan bagi seluruh pecinta sepak bola di dunia,” tutup Nuriman.
Melalui kegiatan nonton bareng di Mapolres Metro Bekasi Kota, Nuriman berharap momentum final Piala Dunia 2026 dapat mempererat silaturahmi antara insan pers, komunitas Paralegal, dan masyarakat dalam suasana yang penuh kebersamaan serta semangat sportivitas.









