Portal Berita Bekasi & SekitarnyaSelasa, 06 Oktober 2026
BREAKING
Berita terbaru HaloBekasi.id hari ini

Guru Dituntut Kuasai Teknologi, Pemerintah Dorong Transformasi Pembelajaran Menuju Indonesia Emas 2045

Ditulis oleh redaksi06 Oktober 202600:31 WIB

BANDUNG — Pemerintah mendorong guru dan tenaga kependidikan terus meningkatkan kompetensi, khususnya dalam menghadapi transformasi digital di sektor pendidikan.

Penguatan kapasitas pendidik dinilai menjadi salah satu kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Dorongan tersebut disampaikan Deputi Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Sekretariat Wakil Presiden RI, Eddy Cahyono Sugiarto, dalam Forum Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Pendidik yang berlangsung di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/10/2026).

Eddy menegaskan, pembangunan Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Fondasi utama pembangunan jangka panjang adalah manusia yang berkualitas.

Menurutnya, pendidikan harus ditempatkan sebagai investasi strategis untuk membentuk generasi yang sehat, berkarakter, berpengetahuan, produktif, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat global.Dalam konteks tersebut, guru memiliki posisi strategis.

Peran guru tidak lagi sebatas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membentuk pola pikir, karakter, kemampuan adaptasi, dan masa depan peserta didik.

“Guru hari ini tidak hanya menguasai apa yang diajarkan. Guru harus memahami bagaimana anak belajar, teknologi yang digunakan anak, perubahan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, dan tantangan sosial yang dihadapi generasi muda,” ujar Eddy.

Ia menekankan, peningkatan kompetensi guru harus berujung pada perubahan nyata terhadap kualitas pembelajaran. Karena itu, keberhasilan program pengembangan kompetensi tidak cukup diukur dari peningkatan kemampuan guru, tetapi juga dari dampaknya terhadap proses dan hasil belajar peserta didik.

Transformasi digital, lanjut Eddy, harus mampu mengubah cara guru mengajar. Digitalisasi pembelajaran harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk melakukan lompatan kualitas pendidikan, antara lain melalui pemanfaatan papan interaktif dan distribusi konten pembelajaran berbasis teknologi.

“Karena itu, guru perlu memiliki kompetensi digital dan mengajarkan literasi digital, berperan sebagai mentor, pembentuk karakter, dan penggerak perubahan,” katanya.

Eddy juga mengingatkan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Peserta didik perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, kreativitas, karakter, serta kompetensi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.

Ia mendorong guru menjadi teladan sekaligus penggerak untuk memperkuat kemampuan peserta didik dalam bidang science, technology, engineering and mathematics (STEM).

Menurut Eddy, penguatan bidang STEM menjadi penting untuk mengejar ketertinggalan sekaligus meningkatkan daya saing SDM Indonesia di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.

“Kalau kita ingin Indonesia menjadi negara maju, kita harus membangun manusia unggul. Dan untuk membangun manusia unggul, kita membutuhkan guru yang unggul,” pungkas Eddy.