Jakarta – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta ke-499, Ketua Umum Nurkholis mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momentum tersebut sebagai titik awal memperkuat semangat kebersamaan dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, dan berdaulat secara ekonomi.
Menurut Nurkholis, tantangan bangsa saat ini membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat. Karena itu, pembangunan nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan kontribusi nyata dari masyarakat, akademisi, pelaku usaha, hingga tokoh-tokoh bangsa.
Gagasan tersebut, kata dia, lahir dari hasil diskusi bersama sejumlah profesor, akademisi, dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Berbagai pemikiran yang berkembang diharapkan dapat menjadi masukan konstruktif dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.
“Negara ini milik kita bersama. Kalau bukan kita yang peduli terhadap Indonesia, lalu siapa lagi yang akan peduli?” ujar Nurkholis.
Ia mengibaratkan kondisi negara seperti sebuah keluarga besar. Menurutnya, ketika sebuah keluarga menghadapi persoalan keuangan, seluruh anggota keluarga akan berupaya mencari solusi bersama demi menjaga keberlangsungan kehidupan keluarga tersebut.
“Ketika ada anggota keluarga yang memiliki utang, seluruh penghuni rumah ikut memikirkan dan merasakan bebannya. Begitu juga dengan negara. Karena itu kami berinisiatif memberikan berbagai gagasan dan langkah konstruktif sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah demi kemajuan Indonesia,” katanya.
Nurkholis menilai semangat gotong royong, kepedulian, dan rasa memiliki terhadap bangsa harus terus diperkuat. Dengan kebersamaan, setiap warga negara dapat memberikan kontribusi sesuai kemampuan dan bidangnya masing-masing untuk mendukung pembangunan nasional.
Ia optimistis Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara yang semakin maju dan berdaulat apabila seluruh elemen bangsa bersatu dalam semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian kepada negara.
Menutup pernyataannya, Nurkholis mengajak masyarakat mengubah cara pandang dalam memaknai kecintaan kepada tanah air.
“Jangan hanya bertanya apa yang negara berikan kepada kita, tetapi mari bertanya apa yang bisa kita berikan kepada negara. Sebagai wujud cinta kepada Indonesia, setiap warga negara memiliki peran dalam membangun masa depan bangsa yang lebih baik,” pungkasnya.








