Jelang Puncak Haji 2026, Kemenhaj Fokus Siapkan Layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina

halobekasiid

May 23, 2026

2
Min Read

On This Post

Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah memfokuskan layanan penyelenggaraan ibadah haji 2026 pada persiapan Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina setelah seluruh jemaah haji Indonesia diberangkatkan ke Arab Saudi.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengatakan persiapan layanan terus dimaksimalkan untuk memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian puncak ibadah haji dengan aman, nyaman, dan tertib.

“Alhamdulillah, memasuki hari ke-32 masa operasional haji, seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Saat ini fokus layanan PPIH Arab Saudi adalah mematangkan persiapan Armuzna, mulai dari penempatan jemaah, kesiapan tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, perlindungan, hingga penempatan petugas,” ujar Ichsan di Makkah, Jumat (22/5/2026).

Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 527 kelompok terbang (kloter) yang terdiri atas 202.643 jemaah dan 2.097 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 253 kloter dengan 96.505 jemaah dan 1.006 petugas mendarat melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Sementara itu, 518 kloter dengan total 199.446 jemaah dan 2.072 petugas telah tiba di Kota Makkah. Selain jemaah reguler, tercatat 16.359 jemaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi.

Ichsan menegaskan, fase Armuzna menjadi tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji karena melibatkan mobilisasi jutaan jemaah dalam waktu bersamaan.

Karena itu, ia meminta seluruh jemaah menjaga kondisi kesehatan dengan mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, memperbanyak waktu istirahat, menjaga pola makan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh menjelang puncak ibadah haji.

“Kondisi fisik yang prima sangat penting agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Armuzna dengan lancar,” katanya.

Kementerian Haji dan Umrah juga mengingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak memasang atribut, spanduk, stiker, maupun tanda khusus lainnya di area tenda Arafah dan Mina.

Menurut Ichsan, penempatan jemaah telah diatur secara resmi untuk menjaga ketertiban dan memudahkan proses pelayanan selama fase Armuzna berlangsung.

Ia menegaskan atribut yang dipasang di luar ketentuan akan dicabut dan pihak KBIHU dapat dikenai teguran hingga sanksi administratif.

Sementara itu, layanan Bus Shalawat dari hotel menuju Masjidil Haram pada Jumat (22/5/2026) hanya beroperasi hingga pukul 07.00 waktu Arab Saudi. Sedangkan layanan keberangkatan dari Masjidil Haram menuju hotel berlangsung sampai pukul 18.00 waktu setempat.

Penghentian sementara layanan tersebut dilakukan guna mendukung pengaturan transportasi menjelang pelaksanaan Armuzna dan dijadwalkan kembali normal pada 31 Mei 2026 dini hari.

Kementerian juga mengajak seluruh petugas dan jemaah untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

“Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama,” ujar Ichsan.

Related Post