Portal Berita Bekasi & SekitarnyaSenin, 19 Oktober 2026
BREAKING
Berita terbaru HaloBekasi.id hari ini

Ketum HIPNUSA Dorong Pengusaha Terapkan Manajemen Kolaborasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Ditulis oleh redaksi16 Oktober 202603:13 WIB

Cirebon, – Menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu, pengusaha dituntut semakin cermat dalam mengelola biaya operasional, menjaga ketersediaan bahan baku, dan menyusun perencanaan usaha. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membangun kolaborasi antarpelaku usaha untuk menekan biaya dan memperkuat daya saing.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam diskusi pagi sambil menikmati kopi di salah satu kafe di kawasan Kota Cirebon, antara Muhammad Aditya Prabowo, selaku Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nusantara (HIPNUSA), dengan Bachtiar, salah satu pemilik lahan kafe di Kota Cirebon.

Dalam diskusi tersebut, Aditya menekankan pentingnya perencanaan bisnis yang matang, terutama dalam mengantisipasi kenaikan biaya sewa tempat, harga bahan baku, dan kebutuhan operasional yang dapat berubah sewaktu-waktu. Menurutnya, pengusaha harus mampu menghitung risiko dan menjaga arus kas (cash flow) agar keberlangsungan usaha tetap terjaga.

“Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, kita tidak bisa menjalankan usaha hanya berdasarkan perkiraan. Perencanaan harus matang, biaya harus dikendalikan, dan setiap keputusan bisnis harus diperhitungkan dengan baik. Jangan sampai kenaikan biaya sewa tempat atau bahan baku yang terjadi secara tiba-tiba justru mengganggu cash flow dan membuat usaha kesulitan berjalan,” ujar Aditya dalam diskusi tersebut, Jumat (16/10/2026).

Ia juga menilai bahwa pola bisnis saat ini telah mengalami perubahan. Persaingan semakin terbuka, sementara pelaku usaha kecil harus menghadapi tantangan dari pemain baru yang datang dengan modal, jaringan, dan kemampuan operasional yang lebih besar.

“Zaman sekarang sudah berubah. Akan semakin berat bagi pengusaha jika harus berdiri sendiri dan mengandalkan kekuatannya masing-masing. Kita bisa menghadapi pendatang baru yang tiba-tiba membuka usaha dengan skala lebih besar. Karena itu, pengusaha kecil harus mulai berpikir bagaimana membangun kerja sama dengan pelaku usaha lain agar memiliki kekuatan yang lebih besar,” jelasnya.

Menurut Aditya, kolaborasi dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi usaha. Kerja sama dapat dilakukan melalui pengadaan bahan baku bersama, pemanfaatan fasilitas secara bersama, berbagi jaringan pemasaran, hingga menghubungkan berbagai jenis usaha yang saling mendukung. Dengan pendekatan tersebut, pengusaha diharapkan dapat mengurangi beban biaya sekaligus memperluas peluang pasar.

Gagasan ini sejalan dengan konsep gotong royong yang tengah dikembangkan HIPNUSA melalui program PUJA SERA GOTONG ROYONG. Program tersebut diarahkan untuk membangun model kerja sama antarpelaku usaha dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing pihak, sehingga tercipta ekosistem bisnis yang saling mendukung dan berkelanjutan.

Aditya menjelaskan bahwa konsep tersebut tidak hanya bertujuan mempertemukan para pengusaha, tetapi juga mendorong mereka membangun pola pengelolaan usaha yang lebih efisien melalui kemitraan. Dengan adanya kolaborasi, pelaku usaha dapat berbagi sumber daya, memperluas jaringan, dan menciptakan peluang bisnis tanpa harus menanggung seluruh kebutuhan operasional secara sendiri-sendiri.

Bachtiar menyambut baik gagasan yang disampaikan Aditya. Ia menyatakan persetujuannya terhadap konsep kolaborasi dan gotong royong dalam pengembangan usaha, terutama sebagai upaya menghadapi tantangan biaya dan persaingan bisnis yang semakin dinamis.

Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan pola pikir pengusaha, dari persaingan yang berjalan sendiri-sendiri menuju kerja sama yang saling menguntungkan.

Melalui PUJA SERA GOTONG ROYONG, HIPNUSA berharap semakin banyak pelaku usaha yang mampu membangun kemitraan, meningkatkan efisiensi, dan menjaga keberlangsungan bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi.

Bagi HIPNUSA, pengusaha yang kuat bukan hanya pengusaha yang mampu bertahan sendiri, tetapi juga mereka yang mampu membangun kerja sama dan tumbuh bersama pengusaha lainnya.

Bagikan: