Bang Kancil Desak Bupati Bekasi Segera Copot Kadis LH Donny Sirait

Bekasi – Bang Kancil mendesak Bupati Bekasi definitif, dr. Asep Surya Atmaja, segera mengambil langkah tegas terkait tuntutan pencopotan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Donny Sirait. Desakan tersebut merupakan buntut dugaan ucapan kasar dan makian yang dilontarkan kepada wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik.
Desakan itu disampaikan menyusul aksi damai solidaritas wartawan se-Bekasi Raya di depan gerbang Kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kamis (15/10/2026). Aksi tersebut menjadi bentuk protes insan pers terhadap perilaku yang dinilai tidak pantas dari seorang pejabat publik kepada awak media.
Bang Kancil menilai, dugaan ucapan tersebut telah menimbulkan kekecewaan di kalangan wartawan. Menurutnya, pejabat publik seharusnya mengedepankan etika, kesantunan, dan sikap profesional dalam berkomunikasi dengan siapa pun, termasuk jurnalis yang menjalankan fungsi kontrol sosial.
Ia berharap persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian. Pemerintah Kabupaten Bekasi diminta segera menindaklanjuti tuntutan pencopotan Kadis LH melalui mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami meminta Bupati Bekasi segera menunjukkan ketegasan. Kami berharap dalam waktu paling lama tujuh hari kerja sudah ada kepastian terkait tuntutan pencopotan Kadis LH. Jangan sampai persoalan ini terus berlarut-larut tanpa kejelasan,” tegas Bang Kancil, Sabtu (17/10).
Menurutnya, terdapat perkembangan penting dalam kepemimpinan Kabupaten Bekasi. Pada Kamis (15/10/2026), dr. Asep Surya Atmaja masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi. Namun, pada Jumat (16/10/2026), Asep resmi menjadi Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030 melalui rapat paripurna DPRD Kabupaten Bekasi.
Dengan status definitif tersebut, Bang Kancil berharap Bupati Bekasi dapat memberikan kepastian mengenai tindak lanjut tuntutan yang disampaikan dalam aksi solidaritas wartawan. Ia menegaskan bahwa persoalan ini membutuhkan respons yang jelas dan terukur dari pemerintah daerah.
Bang Kancil juga menyampaikan penilaiannya terhadap sosok Asep Surya Atmaja yang selama ini, menurut pengamatannya, dikenal santun, tenang, dan bijaksana ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Ia berharap karakter kepemimpinan tersebut tercermin dalam penyelesaian persoalan yang melibatkan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
“Bagi saya, Pak Asep adalah sosok yang santun dan bijaksana. Karena itu, kami berharap beliau dapat menyikapi persoalan ini dengan tegas, adil, dan objektif. Seorang pejabat publik harus memberikan contoh yang baik, termasuk dalam menjaga ucapan dan menghormati profesi wartawan,” ujarnya.
Bang Kancil menegaskan, tuntutan tersebut bukan semata-mata persoalan antara individu, melainkan menyangkut etika pejabat publik, penghormatan terhadap profesi jurnalistik, serta hubungan yang sehat antara pemerintah dan media.Ia berharap Bupati Bekasi segera memberikan respons resmi terhadap tuntutan pencopotan Kadis LH dan memastikan proses penanganannya berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Bang Kancil, ketegasan pemerintah daerah dalam menangani persoalan ini penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan setiap pejabat menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi etika, tanggung jawab, dan profesionalisme.
Sementara itu, tanggapan resmi Donny Sirait terkait desakan pencopotan tersebut perlu dimintakan untuk melengkapi pemberitaan secara berimbang. Pemerintah Kabupaten Bekasi juga diharapkan memberikan penjelasan mengenai langkah yang akan ditempuh dalam menindaklanjuti tuntutan para wartawan.






