Portal Berita Bekasi & SekitarnyaSelasa, 06 Oktober 2026
BREAKING
Berita terbaru HaloBekasi.id hari ini

BNN Perkuat Sinergi dengan Bakom RI Hadapi Ancaman Narkotika

Ditulis oleh redaksi30 September 202610:40 WIB

JAKARTA — Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia mendorong penguatan sinergi lintas sektor bersama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) untuk menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkotika yang terus berkembang.

Upaya tersebut dibahas dalam audiensi Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto bersama Kepala Bakom RI Muhammad Qodari beserta jajaran di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (29/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Suyudi memaparkan sejumlah program BNN yang dinilai penting untuk diperkuat melalui dukungan komunikasi publik. Program itu antara lain ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika), Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN), layanan rehabilitasi keliling, tele-rehabilitasi secara daring, serta layanan Call Center BNN 184.

“Kami berharap Badan Komunikasi Pemerintah dapat bersinergi kuat dalam mendiseminasikan pesan-pesan antinarkotika sekaligus mendorong langkah konkret kerja sama BNN dan Badan Komunikasi Pemerintah,” ujar Suyudi.

Suyudi juga mengingatkan kembali arahan Presiden Republik Indonesia pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) agar upaya menghadapi ancaman narkotika tidak hanya menjadi tanggung jawab BNN.

Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh elemen negara melalui kerja sama lintas sektor.Salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian dalam audiensi tersebut adalah perkembangan peredaran cairan vape yang mengandung narkotika dan New Psychoactive Substances (NPS).

Berdasarkan hasil pengujian Pusat Laboratorium Narkotika BNN yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, dari 1.745 sampel cairan vape yang diperiksa, sebanyak 1.716 sampel dinyatakan positif mengandung narkotika dan NPS. Dari jumlah tersebut, 1.552 sampel di antaranya terdeteksi mengandung etomidate.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan adanya tantangan baru dalam pengawasan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika, khususnya melalui produk yang beredar dalam bentuk cairan vape.

Menanggapi paparan BNN, Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menyatakan komitmennya untuk membawa isu terkait permasalahan narkotika ke pembahasan pada tingkat yang lebih tinggi.Qodari juga menyampaikan dorongan agar penanganan ancaman narkotika menjadi salah satu agenda penting yang mendapat perhatian pemerintah.

“Ini akan kami bawa ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk mendorong agar perang melawan narkotika menjadi salah satu agenda utama Presiden,” kata Qodari..

Sebagai tindak lanjut audiensi, Bakom RI akan melakukan pembahasan internal untuk mematangkan bentuk kerja sama dengan BNN.

Pembahasan tersebut diharapkan menghasilkan langkah konkret, terutama dalam penguatan komunikasi publik, edukasi masyarakat, dan penyebarluasan informasi mengenai bahaya narkotika.Sinergi kedua lembaga tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pesan pencegahan narkotika sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai bentuk dan modus baru penyalahgunaan narkotika.